Upacara tahun ini terasa istimewa dengan kehadiran seluruh civitas akademika Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Kota Padang Panjang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang Panjang, serta para kepala madrasah dan pimpinan pesantren se-Kota Padang Panjang. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan kuatnya sinergi dalam menjaga tradisi pesantren sekaligus mempersiapkan generasi santri yang unggul dan berdaya saing.
Dalam amanatnya, Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, menegaskan bahwa semangat perjuangan dan kontribusi santri bagi bangsa harus terus dijaga di tengah perubahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks.
Menurutnya, santri masa kini tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga harus mampu mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, serta mengambil peran strategis dalam berbagai bidang kehidupan.
“Santri diharapkan mampu mengambil peran di berbagai bidang, mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 membutuhkan generasi unggul yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki akhlak mulia, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
Karena itu, Allex mengajak para santri untuk terus memperdalam ilmu agama sekaligus mengembangkan kemampuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Ia menekankan bahwa tradisi keilmuan dan nilai-nilai positif yang tumbuh di lingkungan pesantren harus tetap dipertahankan, sembari membuka diri terhadap kemajuan zaman.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menjawab tantangan masa depan. Perpaduan antara kekuatan iman, keluasan ilmu, kemuliaan akhlak, dan penguasaan teknologi menjadi bekal penting untuk melahirkan generasi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
Usai pelaksanaan upacara, peringatan Hari Santri Nasional 2026 dilanjutkan dengan rangkaian penampilan seni dan kreativitas santri Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Beragam pertunjukan tersebut menghadirkan perpaduan nilai keislaman, kecintaan terhadap budaya Minangkabau, serta semangat kreativitas generasi muda.
Suasana semakin semarak melalui penampilan lagu Minang yang dibawakan oleh Salwa, yang juga dikenal sebagai penyanyi Minang kenamaan. Penampilan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kekayaan seni dan budaya daerah yang terus hidup di kalangan generasi muda.
Nuansa perjuangan kemudian hadir melalui lagu “Panggilan Jihad”, karya Buya Hamka, yang dibawakan oleh kelompok paduan suara Kauman Choir. Penampilan tersebut menjadi pengingat akan warisan pemikiran dan semangat perjuangan tokoh besar Muhammadiyah yang memiliki keterikatan sejarah dengan Kauman Padang Panjang.
Kemeriahan berlanjut melalui penampilan Kauman Band yang membawakan lagu Hari Santri dengan aransemen perpaduan musik modern dan musik tradisional Minangkabau. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa santri mampu merawat identitas budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan kreativitas masa kini.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan parade 25 organisasi santri yang ada di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Parade ini menampilkan semangat kebersamaan, kepemimpinan, kedisiplinan, dan dinamika kehidupan organisasi santri sebagai bagian penting dari pendidikan karakter di lingkungan pesantren.
Sementara itu dalam kesempatan terpisah, Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, Dr. Derliana, MA, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen pesantren dalam melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, kokoh dalam nilai-nilai keislaman, serta mampu menjawab tantangan zaman.
Menurutnya, santri harus dipersiapkan tidak hanya menjadi generasi yang memahami agama, tetapi juga memiliki wawasan luas, keterampilan, kreativitas, dan jiwa kepemimpinan untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Santri hari ini harus mampu memadukan kekuatan iman, keluasan ilmu, kemuliaan akhlak, dan penguasaan teknologi. Kita ingin melahirkan generasi yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, tetapi juga terbuka terhadap perubahan dan siap mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang terus berkomitmen mengembangkan pendidikan yang memadukan pembinaan keislaman, penguatan akademik, pengembangan bakat dan minat, serta pembentukan karakter dan kepemimpinan santri.
Lebih lanjut, ia berharap semangat Hari Santri tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi inspirasi bagi seluruh santri untuk terus belajar, berkarya, berprestasi, dan memberikan manfaat nyata bagi umat dan bangsa.
“Santri harus percaya diri menghadapi masa depan. Dengan bekal agama yang kuat, ilmu yang luas, dan karakter yang tangguh, santri memiliki peluang besar untuk menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlak, kreatif, dan siap menghadapi tantangan global.
Melalui perpaduan pendidikan agama, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pelestarian budaya, serta pengembangan kepemimpinan, pesantren terus mengambil bagian dalam menyiapkan generasi penerus bangsa.
Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia juga berada di tangan santri—generasi yang tidak hanya menjaga nilai-nilai luhur, tetapi juga berani berinovasi, berkontribusi, dan mengambil peran dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. (TR)

0 Komentar