Sungai Aur, 17 Agustus 2026 SYARIKATMU - Untuk pertama kalinya, Kecamatan Sungai Aur akan menyaksikan penampilan tari kolosal yang melibatkan pelajar tingkat SLTP dan SLTA serta pemuda setempat dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karya bertajuk “Harmoni Nusantara” ini digagas oleh Komunitas Seni Serumpun Aur (KSA ditampilkan setelah upacara detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 di Lapangan Sukma Koto Dalam, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat.
Sebanyak 58 penari terlibat dalam pertunjukan ini. Mereka merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah dan kelompok pemuda di Kecamatan Sungai Aur, yakni:
- SMA Negeri 1 Sungai Aur sebanyak 7 siswi;
- MAN 2 Pasaman Barat Kampus 2 Sungai Aur sebanyak 9 siswi;
- SMKN 1 Sungai Aur sebanyak 9 siswi;
- SMPN 1 Sungai Aur sebanyak 12 siswi;
- SMPN 2 Sungai Aur sebanyak 8 siswi;
- MTsN 5 Pasaman Barat sebanyak 6 siswi; dan
- Pemuda Kodam Jaya Sungai Aur sebanyak 8 orang.
Keterlibatan lintas sekolah dan generasi tersebut menjadi bagian penting dari pesan yang hendak disampaikan melalui karya “Harmoni Nusantara”: bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan untuk membangun persatuan.
Sinopsis Karya
“Harmoni Nusantara” merupakan karya tari kolosal yang menggambarkan kekayaan adat dan budaya Indonesia, keberagaman suku bangsa, serta berbagai tradisi yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.
Karya ini memadukan beragam gerak dan unsur budaya daerah dalam sebuah pertunjukan yang dinamis, enerjik, dan harmonis. Keberagaman tersebut dirangkai dalam satu kesatuan pertunjukan sebagai simbol Indonesia yang terdiri atas banyak budaya, tetapi tetap berada dalam satu ikatan kebangsaan.
Melalui gerak, musik, kostum, dan komposisi kelompok, “Harmoni Nusantara” menghadirkan semangat persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap tanah air.
Pertunjukan ini sekaligus menjadi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia dan momentum untuk memperkuat kembali semangat berkesenian di Kecamatan Sungai Aur.
Kebangkitan Komunitas Seni Serumpun Aur
Penampilan “Harmoni Nusantara” memiliki makna khusus bagi Komunitas Seni Serumpun Aur. Karya ini menjadi bagian dari momentum kebangkitan kembali KSA setelah cukup lama vakum dari aktivitas kesenian.
Komunitas Seni Serumpun Aur merupakan sanggar binaan almarhum Yandra Putra, S.Sn. dan saat ini kembali dikembangkan serta dibina oleh Denni Meilizon.
Kebangkitan KSA diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas pertunjukan, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Sungai Aur untuk mengenal, mempelajari, mencintai, dan mengembangkan seni serta budaya.
Melalui keterlibatan pelajar dari berbagai sekolah, KSA ingin menghadirkan ruang perjumpaan kreatif bagi generasi muda sekaligus membuka kembali jalan bagi kehidupan seni di Kecamatan Sungai Aur.
Tim Kreatif dan Pendukung
Stage Manager: Fauzana Ridya, S.Sn.
Koreografer: Arief Budiman, S.Sn.
Asisten Koreografer: Firdayani, S.Sn., M.Sn.
Musik: Pagelaran Sabang Merauke (IFORTE)
Kostum: Sikambang Manih Padang Panjang dan KSA
Operator: Adrizal, S.Sn.
Penanggung Jawab Kostum:
Zahratunnisa, S.Sn.; Rajif Ayunda, S.Sn., M.Sn.; Widya Fitri, S.Sn.; Aina Salsabila; Elsa Nofriani; Hamini; Desma Aulia Roza; Syafa Khairani; Indah Suci Rama Dhani; dan Yuni Devita Sari.
Dokumentasi:
Mosi AE Chodratul, S.Sn. dan Rifo Mirzano, S.Sn.
Koordinator Lapangan:
Wahyu Arianda; AGia Prananda; M. Cevin Muliakna, S.Pd.; Aprilian Surahman; Fadel Adha; Ayu Lita Fara, S.Pd., Gr.; dan Suhada Alfayed.
Dengan hadirnya “Harmoni Nusantara”, Komunitas Seni Serumpun Aur berharap panggung kemerdekaan tidak hanya menjadi ruang pertunjukan, tetapi juga menjadi tanda dimulainya kembali gerak kebudayaan di Sungai Aur.
Dari Sungai Aur, 58 penari membawa satu pesan: berbeda dalam budaya, bersatu dalam Indonesia.
0 Komentar