AUA KUNIANG — Semangat perubahan mulai terasa menjelang Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 di Kabupaten Pasaman Barat. Salah satu putra terbaik Nagari Aua Kuniang, Arif Winardi, resmi mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Wali Nagari Aua Kuniang Periode 2026–2034 pada Selasa, 14 Juli 2026.
Kehadirannya di sekretariat panitia pemilihan bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi. Arif datang didampingi keluarga, sahabat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan para pendukung yang berasal dari berbagai jorong. Dukungan yang mengalir dari masyarakat Jorong Padang Tujuh, Jorong Talao Guguak III, Jorong Jambu Baru, hingga Jorong Kotoalam Padang Buli-buli menjadi penanda besarnya harapan terhadap lahirnya kepemimpinan baru di Nagari Aua Kuniang.
Bagi Arif Winardi, dukungan tersebut bukan sekadar angka atau simbol politik, melainkan amanah yang harus dijaga.
"Terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh elemen masyarakat Aua Kuniang. Dukungan ini menjadi energi bagi saya untuk melangkah bersama masyarakat mewujudkan perubahan nagari yang lebih baik," ungkapnya.
Berangkat dari Panggilan Pengabdian
Di usia 31 tahun, Arif Winardi mewakili semangat generasi muda yang ingin mengambil bagian dalam pembangunan kampung halaman. Lahir di Ujung Gading, 12 Januari 1995, ia merupakan putra asli Nagari Aua Kuniang yang tumbuh dan besar bersama dinamika masyarakat setempat.
Dalam pernyataan pencalonannya, Arif menegaskan bahwa langkah politiknya bukan didorong oleh ambisi kekuasaan, melainkan panggilan untuk mengabdi.
"Dengan rendah hati saya menerima amanah dari angkatan muda dan beberapa tokoh masyarakat Aua Kuniang. Dengan niat yang lurus saya menyatakan siap maju sebagai Calon Wali Nagari Aua Kuniang. Langkah ini saya ambil sebagai bentuk pengabdian kepada nagari yang sangat saya cintai."
Ia menegaskan bahwa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah akan menjadi landasan moral dalam memimpin.
Membawa Semangat Kepemimpinan Muda
Arif Winardi mengusung slogan:
"Religius, Muda, Inovatif."
Slogan tersebut menjadi cerminan visi kepemimpinannya yang ingin menghadirkan pemerintahan nagari yang dekat dengan masyarakat, terbuka, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman.
Visi yang diusungnya adalah:
"Terwujudnya Nagari Aua Kuniang yang Maju, Transparan, Mandiri, dan Berlandaskan Agama."
Untuk mewujudkan visi tersebut, ia menawarkan lima misi utama:
- meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan infrastruktur nagari;
- mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel;
- mengembangkan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal dan usaha produktif;
- mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat;
- memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dengan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Aktif Berorganisasi Sejak Muda
Selain dikenal sebagai wirausahawan, Arif Winardi memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang.
Ia pernah menjadi:
- Ketua Bidang BPC HIPMI Kabupaten Pasaman Barat;
- Anggota Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pasaman;
- Wakil Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Pasaman;
- Anggota Majelis Wakaf PDM Pasaman Barat.
Jejak organisasi tersebut menjadi modal penting dalam membangun komunikasi, menggerakkan partisipasi masyarakat, sekaligus menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.
Saatnya Pemuda Mengambil Peran
Salah satu pesan yang paling kuat disampaikan Arif Winardi adalah pentingnya memberikan ruang kepemimpinan kepada generasi muda.
Menurutnya, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan nagari.
"Saya maju bukan karena merasa paling hebat, tetapi karena saya tidak ingin nagari ini berjalan di tempat. Saya maju bukan untuk berjanji, tetapi untuk bertanggung jawab."
Ia juga menyampaikan kegelisahan yang dirasakan banyak anak muda.
"Sudah terlalu lama pemuda disuruh sabar, disuruh diam, disuruh menunggu. Sementara masa depan nagari berjalan di tempat. Kalau pemuda terus diam, nagari akan tertinggal. Saatnya anak muda bukan hanya diminta hadir, tetapi diberi ruang untuk memimpin dan bekerja."
Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa regenerasi kepemimpinan bukan sekadar soal usia, melainkan keberanian menghadirkan gagasan, integritas, dan kerja nyata demi kemajuan nagari.
Bagi Arif Winardi, Pilwana 2026 bukan hanya kontestasi memilih seorang wali nagari. Lebih dari itu, momentum ini menjadi kesempatan bagi masyarakat Aua Kuniang untuk menentukan arah pembangunan delapan tahun ke depan—apakah tetap bertahan dengan pola lama, atau membuka ruang bagi lahirnya energi baru yang membawa semangat kolaborasi, transparansi, dan pengabdian.

0 Komentar