PASAMAN BARAT, 8 September 2026 SYARIKATMU — Memperingati Hari Literasi Internasional yang jatuh setiap 8 September, Relima Lokus Pasaman Barat menggelar kegiatan “Membaca Nyaring #2 Spesial Hari Literasi Internasional” di SDN 01 Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Relima Lokus Pasaman Barat dalam memperkuat budaya literasi sekaligus menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, kreatif, dan interaktif bagi peserta didik. SDN 01 Luhak Nan Duo dipilih sebagai salah satu sekolah mitra dalam Kajian Dampak RELIMA 2026.
Mengusung konsep literasi yang tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca, kegiatan tersebut dikemas dalam sejumlah aktivitas yang melibatkan peserta didik secara aktif. Salah satu kegiatan utama adalah membaca nyaring, yang mengajak anak-anak menyimak cerita secara bersama-sama, memahami isi bacaan, serta berinteraksi dengan pembaca melalui pertanyaan dan respons terhadap cerita.
Membaca nyaring dipandang sebagai salah satu pendekatan efektif untuk memperkenalkan buku dan bacaan kepada anak dalam suasana yang menyenangkan. Selain membantu meningkatkan kemampuan menyimak dan memahami cerita, aktivitas ini juga mendorong anak untuk berani berkomunikasi, mengembangkan imajinasi, serta membangun ketertarikan terhadap buku.
Selain membaca nyaring, Relima juga mengintegrasikan aktivitas 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak mengenali dan mempraktikkan kebiasaan positif yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kegiatan literasi sekaligus menjadi ruang penguatan karakter.
Suasana kegiatan semakin semarak melalui Bookish Play, yakni aktivitas bermain kreatif yang dikaitkan dengan pengalaman literasi. Anak-anak diajak membuat berbagai bentuk menggunakan origami. Aktivitas ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkreasi, melatih ketelitian dan koordinasi, serta mengekspresikan imajinasi mereka.
Tidak berhenti pada aktivitas membaca dan bermain, peserta juga mengikuti kegiatan mewarnai. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi anak untuk mengekspresikan kreativitas dalam suasana yang santai dan menyenangkan.
Relima Lokus Pasaman Barat menilai bahwa kegiatan literasi bagi anak perlu dikembangkan dalam bentuk yang beragam. Literasi tidak harus selalu dilakukan dengan duduk membaca buku, tetapi dapat dikembangkan melalui aktivitas mendengar cerita, bermain, berkarya, menggambar, dan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang tetap memiliki keterkaitan dengan dunia bacaan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman bahwa literasi itu menyenangkan. Anak-anak dapat membaca, mendengarkan cerita, bermain, membuat karya, sekaligus belajar membangun kebiasaan positif dalam satu rangkaian kegiatan,” ujar Relima Lokus Pasaman Barat.
Pelaksanaan kegiatan di SDN 01 Luhak Nan Duo juga menjadi bagian penting dalam proses Kajian Dampak RELIMA 2026, khususnya dalam melihat bagaimana intervensi dan aktivitas literasi dapat memberikan pengalaman serta perubahan positif bagi peserta didik dan lingkungan sekolah mitra.
Momentum Hari Literasi Internasional menjadi pengingat bahwa kemampuan literasi merupakan fondasi penting bagi proses belajar sepanjang hayat. Karena itu, penguatan budaya membaca perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara sekolah, komunitas literasi, relawan, keluarga, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan anak.
Melalui Membaca Nyaring #2 Spesial Hari Literasi Internasional, Relima Lokus Pasaman Barat kembali menegaskan komitmennya untuk bergerak bersama sekolah dan masyarakat dalam menghadirkan kegiatan literasi yang dekat dengan anak, menyenangkan, kreatif, dan berdampak.
Relima Lokus Pasaman Barat — Membaca, Berkarya, dan Bergerak Bersama untuk Literasi.


0 Komentar