Nomor Tiga Puluh LimaOleh: Azka Hadyan
Pagi merekah di balik jendela
Namun dadaku dipenuhi tanya
Langkah-langkah kecil menuju ruang ujian
Membawa gugup yang tak terucapkan
Jemari bergetar memeluk pena
Keringat jatuh seperti butir doa
Di atas lembar putih yang sunyi
Aku menulis harapan demi harapan.
Lalu datanglah ia, nomor tiga puluh lima
Diam, namun terasa begitu berat
Membuat waktu seakan berjalan lambat
Kutatap, kupikirkan, kucari jawaban di antara ingatan
Sementara jarum jam terus melangkah
Meninggalkan cemas yang tak mau menyerah
Tinggal lima menit, lima menit yang terasa sempit
Dengan keberanian yang tersisa, kutuliskan jawabanku apa adanya
Ketika bel akhirnya berbunyi, aku melepaskan segala yang kupunya hari ini
Perut mungkin kosong, pikiran mungkin lelah
Namun di dalam hati
Masih tumbuh setangkai percaya
Bahwa setiap usaha yang sungguh-sungguh,
Tak akan pernah pulang dengan sia-sia.
0 Komentar