Simpang Ampek, SYARIKATMU - - Dua pegiat literasi yang tergabung dalam komunitas Forum Pegiat Literasi Pasaman Barat (FPL Pasbar) berhasil menorehkan prestasi dalam Sayembara Penulisan Cerita Anak Dwibahasa (Bahasa Minangkabau–Bahasa Indonesia) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat.
Sayembara ini merupakan bagian dari upaya pelestarian bahasa daerah dan penguatan literasi anak melalui karya sastra yang mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Setelah melalui proses seleksi yang ketat, sebanyak 15 penulis dinyatakan lolos pada jenjang B3 dan 18 penulis lolos pada jenjang C.
Dua penulis Pasaman Barat berhasil masuk dalam daftar peserta terpilih itu adalah Desma Enim (Manajer Program Selasih Project) dari TBM Alfatih Kapa yang lolos pada jenjang C, serta Asmutia Dabeta (Pengelola Selasih Writing Camp) dari TBM Mutiara Kapa.pada jenjang B3.
Keberhasilan ini menjadi kabar membanggakan bagi gerakan literasi di Pasaman Barat. Selain aktif mengelola taman bacaan dan menggerakkan budaya membaca di tengah masyarakat, para pegiat literasi tersebut juga menunjukkan kemampuan dalam menghasilkan karya sastra anak yang berkualitas dan berakar pada budaya daerah.
Ketua Forum Pegiat Literasi, Denni Meilizon, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini membuktikan bahwa pegiat literasi daerah tidak hanya berperan sebagai penggerak minat baca, tetapi juga mampu menjadi kreator karya yang berkontribusi dalam pelestarian bahasa dan budaya Minangkabau.
Melalui kegiatan ini, Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat terus mendorong lahirnya karya-karya sastra anak yang edukatif, kreatif, dan berbasis kearifan lokal. Cerita-cerita yang terpilih diharapkan dapat memperkaya khazanah bacaan anak sekaligus menjadi media pewarisan bahasa dan budaya Minangkabau kepada generasi muda.
Prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi komunitas literasi, pendidik, dan masyarakat untuk terus berkarya serta mengembangkan literasi berbasis budaya lokal demi menciptakan generasi yang gemar membaca, mencintai bahasa daerah, dan bangga terhadap identitas budayanya.
0 Komentar