Bersih Desa Padang Lawas Diharapkan Masuk Agenda Budaya Tahunan Pasaman Barat

Padang Lawas, SYARIKATMU – Tradisi Bersih Desa/Tolak Balak yang digelar masyarakat Jorong Padang Lawas, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Kamis Pahing–Jumat Pon, 9–10 Juli 2026, berlangsung khidmat dan meriah. Selain menjadi ungkapan rasa syukur atas berkah yang diterima masyarakat selama setahun terakhir, kegiatan tersebut juga mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat yang berkomitmen mengupayakan tradisi tersebut menjadi bagian dari agenda budaya tahunan daerah.

Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis sore dengan pelaksanaan istigasah dan doa bersama di Balai Desa Padang Lawas. Kegiatan yang diikuti seluruh warga ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual masyarakat dalam memohon keberkahan, keselamatan, serta dijauhkan dari segala bentuk musibah dan marabahaya.
Wali Nagari Kapa yang hadir dalam kegiatan tersebut mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi warisan leluhur. Menurutnya, Bersih Desa bukan hanya seremonial tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan persaudaraan antarwarga.

Pada malam harinya, masyarakat menggelar Refleksi 53 Tahun Kejorongan Padang Lawas sebagai momentum mengenang perjalanan sejarah, pembangunan, dan perjuangan para pendahulu dalam membangun jorong tersebut. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat yang mewakili Bupati Pasaman Barat, Camat Luhak Nan Duo, Wali Nagari Kapa, Kepala Jorong Padang Lawas, para kepala dusun, ninik mamak, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ratusan masyarakat Padang Lawas.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman Barat Doddy San Ismail menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Padang Lawas yang terus melestarikan tradisi Bersih Desa sebagai bagian dari identitas budaya daerah.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, kami memberikan apresiasi kepada masyarakat Jorong Padang Lawas yang tetap menjaga tradisi Bersih Desa/Tolak Balak hingga saat ini. Tradisi seperti ini bukan hanya memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan spiritual masyarakat, tetapi juga merupakan kekayaan budaya yang harus dijaga bersama," ujar Sekda.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat akan berupaya agar tradisi Bersih Desa/Tolak Balak dapat ditetapkan sebagai salah satu agenda budaya tahunan Kabupaten Pasaman Barat.

"Ke depan, pemerintah akan mengupayakan agar kegiatan Bersih Desa/Tolak Balak ini dapat menjadi agenda budaya tahunan Kabupaten Pasaman Barat. Dengan demikian, tradisi yang telah diwariskan turun-temurun ini dapat terus lestari, dikenal lebih luas, serta menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata budaya di Pasaman Barat," katanya.

Usai kegiatan refleksi, masyarakat disuguhkan pagelaran seni wayang kulit dan campursari yang berlangsung semalam suntuk. Pertunjukan tersebut menjadi hiburan rakyat sekaligus media pelestarian seni tradisional yang masih hidup dan mendapat tempat di tengah masyarakat. Ribuan warga tampak memadati lokasi acara dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh antusias.

Bersih Desa/Tolak Balak merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Jorong Padang Lawas sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil usaha dan kehidupan yang telah dijalani selama satu tahun. Tradisi ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta menjaga hubungan harmonis antara masyarakat dengan nilai-nilai adat dan budaya yang diwariskan para leluhur.

Harapan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat untuk menjadikan Bersih Desa sebagai agenda budaya tahunan disambut positif oleh masyarakat. Mereka berharap dukungan tersebut dapat semakin memperkuat upaya pelestarian budaya lokal sehingga tradisi yang telah bertahan selama puluhan tahun ini terus hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Pasaman Barat.

Posting Komentar

0 Komentar