TAMIANG SALIDO SAROHA, SYARIKATMU — Prestasi kembali datang dari madrasah Muhammadiyah. Kali ini, dua siswa MIS Muhammadiyah Tamiang berhasil mengharumkan nama madrasah sekaligus Kabupaten Pasaman Barat melalui ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026.
Adalah Arraziq Gibran dan Imam Mursyidul Husain, dua siswa yang berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi tingkat Kabupaten Pasaman Barat. Arraziq Gibran sukses meraih Juara I mata pelajaran IPAS, sementara Imam Mursyidul Husain meraih Juara II mata pelajaran Matematika.
Capaian tersebut tentu bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya ada proses belajar, pendampingan guru, keberanian berkompetisi, dan ikhtiar madrasah dalam membuka ruang bagi anak-anak untuk menemukan serta mengembangkan potensi terbaiknya.
Keduanya berhasil bersaing dengan peserta dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah (MI), baik negeri maupun swasta di Pasaman Barat.
Atas capaian tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Barat Dr. Thomas Febria, MA, mengundang para kepala madrasah bersama siswa-siswa berprestasi untuk menerima penghargaan, bingkisan, dan bonus di ruang pertemuan Kantor Kemenag Pasaman Barat.
Dalam kesempatan itu, Thomas menyampaikan apresiasi sekaligus memberikan dorongan agar prestasi yang telah diraih tidak berhenti di tingkat kabupaten.
Siswa yang berhasil lolos pada tingkat kabupaten akan mewakili Pasaman Barat pada OMI tingkat Provinsi Sumatera Barat yang dijadwalkan berlangsung Oktober mendatang.
“Anak-anak yang lulus di tingkat kabupaten otomatis akan mewakili Pasaman Barat pada tingkat provinsi di bulan Oktober nanti,” ujarnya.
Ia juga meminta kepala madrasah dan guru pembimbing memberikan pendampingan lebih serius kepada para siswa yang akan bertanding di tingkat provinsi.
“Betapa bangganya kita kalau ada dari Pasaman Barat yang mewakili ke tingkat nasional dan menang pula,” katanya.
Harapan itu menjadi tantangan sekaligus penyemangat bagi madrasah-madrasah di Pasaman Barat untuk terus melahirkan peserta didik yang mampu bersaing lebih jauh.
Muhammadiyah Bangga
Kebahagiaan atas prestasi tersebut juga dirasakan keluarga besar Muhammadiyah Pasaman Barat. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pasaman Barat, H. Ronaldi, MA.
Ronaldi menyampaikan kebanggaannya terhadap madrasah dan sekolah Muhammadiyah yang terus berkontribusi mengharumkan nama Pasaman Barat melalui berbagai prestasi.
Bagi Muhammadiyah, prestasi anak-anak bukan hanya tentang memenangkan perlombaan. Lebih jauh, pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar membangun manusia yang memiliki kemampuan akademik, karakter, akhlak, dan keberanian untuk mengambil peran di tengah masyarakat.
Karena itu, capaian Arraziq dan Imam diharapkan dapat menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswa Muhammadiyah lainnya.
Delapan Bulan Menjadi Kepala Madrasah
Di MIS Muhammadiyah Tamiang, prestasi dua siswa tersebut menjadi energi baru bagi kepemimpinan Ahmad Atopotan, S.Ag.
Kepala madrasah yang akrab disapa Pak Topot itu baru sekitar delapan bulan mengemban amanah sebagai kepala madrasah. Namun, ia melihat prestasi siswa sebagai bagian penting dari arah pengembangan MIS Muhammadiyah Tamiang ke depan.
“Komitmen kami tentu terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas pendidikan di MIS Muhammadiyah Tamiang ke depannya,” ujarnya.
Menurutnya, madrasah tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik. Pembentukan karakter dan akhlak peserta didik harus berjalan beriringan.
“Meningkatkan prestasi, baik akademik maupun nonakademik, adalah salah satu kuncinya. Kemudian tentu saja peningkatan akhlak dan moralitas ke arah yang lebih baik,” katanya.
Pak Topot juga memberikan apresiasi kepada para guru pembimbing yang telah mendampingi siswa dalam berbagai perlombaan.
Baginya, kemenangan dalam satu kompetisi adalah buah dari proses panjang. Karena itu, guru, orang tua, madrasah, dan seluruh pihak perlu berjalan bersama dalam mendampingi anak-anak.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk kepada guru pembimbing yang sudah mendampingi siswa-siswa yang ikut lomba, termasuk lomba-lomba lainnya selain OMI sehingga telah menjadikan anak-anak berprestasi dan mengharumkan nama madrasah,” ungkapnya.
Ia pun optimistis akan semakin banyak ruang kompetisi yang dapat diikuti siswa MIS Muhammadiyah Tamiang.
“Ke depan akan banyak sekali olimpiade, lomba, pertandingan yang akan kita temui dan kita berharap kita mampu memenangkannya,” kata Pak Topot.
Kini, Arraziq Gibran dan Imam Mursyidul Husain memiliki tantangan baru. Setelah menaklukkan kompetisi di tingkat Kabupaten Pasaman Barat, keduanya akan membawa nama Pasaman Barat ke tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Bagi MIS Muhammadiyah Tamiang, perjalanan itu bukan hanya tentang mengejar medali. Ada nama madrasah, Muhammadiyah, dan Pasaman Barat yang mereka bawa. Ada pula harapan agar dari ruang-ruang kelas madrasah sederhana lahir anak-anak hebat yang kelak mampu berdiri lebih jauh, bahkan sampai ke panggung nasional.[]/rel


0 Komentar