Tamiang, SYARIKATMU - Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) Pasaman Barat (Pasbar) melaksanakan Mudzakarah Muballigh Muhammadiyah di Pondok Pesantren Mu'allimin Muhammadiyah Tamiang Ujung Gading, Ahad 28 Juni 2026. Hadir pada kegiatan ini, PDM Pasbar (Ardinan & Denni Meilizon), Majelis Tabligh PDM Pasbar (Ahda Fitri, Robi Abadi & Atopotan) KMM Pasbar, baik penasihat maupun Pengurus (Mustafa, Suharman, Armi Herizel, Samsul Bahri, Asmel Indra, dll) serta Puluhan Mubaligh Muhammadiyah dari berbagai kecamatan Se Pasaman Barat.
Ustadz Armi Herizel (Ketua KMM Pasbar) dalam laporannya menyampaikan bahwa ini Mudzakarah pertama pada periode ini.
"Buya dan para ustadz/ah yang kami muliakan, Mudzakarah kita ini baru Mudzakarah ke 1, kita laksanakan. Dan ini pelaksanaan hasil Raker KMM bulan yang lalu, Mudzakarah KMM Se Pasbar diadakan 1 kali 2 bulan. Sedangkan pertemuan Muballigh perwilayah, yakni selatan dan Utara, bisa 1 X 1 bulan atau lebih. adapun Nara sumber untuk ke 1 adalah ustadz Muflieh Amin (Ustad dari PUTM Yogyakarta) dan tema kita, Fiqih Jenazah dan berbagai praktiknya di tengah masyarakat," ujar Rizel (sapaan akrab Armi Herizel).
"Buya dan para ustadz/ah yang kami muliakan, Mudzakarah kita ini baru Mudzakarah ke 1, kita laksanakan. Dan ini pelaksanaan hasil Raker KMM bulan yang lalu, Mudzakarah KMM Se Pasbar diadakan 1 kali 2 bulan. Sedangkan pertemuan Muballigh perwilayah, yakni selatan dan Utara, bisa 1 X 1 bulan atau lebih. adapun Nara sumber untuk ke 1 adalah ustadz Muflieh Amin (Ustad dari PUTM Yogyakarta) dan tema kita, Fiqih Jenazah dan berbagai praktiknya di tengah masyarakat," ujar Rizel (sapaan akrab Armi Herizel).
Penasehat KMM Pasbar yang juga Ketua PCM Tamiang, ustadz Mustafa, S.Ag mengapresiasi Mudzakarah Muballigh Pasbar dan diadakan di Tamiang. "Saya selaku penasihat, akan komit bersama KMM Pasbar. Dan selaku PCM Tamiang, kami siap kalaupun setiap Mudzakarah Muballigh diadakan di Tamiang dan kami menyiapkan segala akomodasi," kata ustadz Mustafa disambut ucapan Alhamdulillah oleh peserta.
Ustadz Muflieh Amin selaku narasumber menyampaikan panjang lebar terkait penyelenggaraan jenazah menurut Tarjih Muhammadiyah, baik Putusan Maupun Fatwa. Serta menjelaskan berbagai praktiknya di masyarakat.
Dengan banyaknya tanggapan dan antusias yang terlihat dari para mubaligh Muhammadiyah serta alasan Dalil masing-masing, menjadikan waktu Mudzakarah ini terasa terlalu pendek oleh peserta.
Agar Mudzakarah tidak hanya pada aspek wawasan dan pengetahuan saja, maka pada akhir kegiatan, dengan mencermati diskusi dalam pelaksanaan Mudzakarah ini, semua peserta sepakat *Merekomendasikan setiap PCM di Pasbar Membentuk Tim Penyelanggara Jenazah* minimal 4 orang per PCM.
Tim ini menjadi tempat warga dalam meminta penyelenggaraan jenazah sesuai Tarjih Muhammadiyah. Dan akan dibekali oleh KMM Pasbar. Rekomendasi ini dibacakan oleh Ustadz Ardinan (PDM Pasbar) & Ustadz Mustafa (Penasihat KMM) serta kesepakatan peserta Mudzakarah ini dicatat dan didokumentasikan oleh Denni Meilizon (PDM Pasbar). /Rel


0 Komentar