Ada satu benang merah yang dapat ditarik dari perjalanan hidup Febrianto, S.Pd., Gr, yakni pengabdian. Sejak muda, ia memilih terlibat dalam berbagai ruang pengabdian masyarakat—mulai dari pendidikan, kepemudaan, kemanusiaan, hingga penyelenggaraan pemilu. Baginya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
Kini, semangat pengabdian itu membawanya melangkah lebih jauh. Pada Senin, 20 Juli 2026, Febrianto secara resmi menyerahkan dokumen pendaftaran sebagai bakal calon Wali Nagari Kasikputih Sungaitanang, Kecamatan Sungai Aur, Kabupaten Pasaman Barat kepada Panitia Pemilihan Wali Nagari.
Keputusan tersebut bukanlah langkah yang lahir secara tiba-tiba. Ia merupakan akumulasi pengalaman panjang dalam memimpin berbagai organisasi serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan.
Berangkat dari Dunia Pendidikan
Lahir dan tumbuh dalam lingkungan masyarakat Nagari Kasikputih Sungaitanang, Febrianto memahami bahwa kemajuan sebuah nagari tidak dapat dilepaskan dari kualitas sumber daya manusianya. Keyakinan itu pula yang mengantarkannya menekuni dunia pendidikan.
Perjalanan akademiknya dimulai di SD Negeri 23 Karang Putih, kemudian melanjutkan pendidikan ke MTs Darul Falah Sungai Tanang, MAN Lembah Melintang, hingga meraih gelar sarjana di Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan. Semangat belajar tidak berhenti di sana. Ia kembali melanjutkan studi di Universitas Siber Muhammadiyah Yogyakarta sebagai bagian dari ikhtiar meningkatkan kompetensi diri di tengah perkembangan zaman.
Dedikasinya terhadap pendidikan kemudian diwujudkan melalui amanah sebagai Kepala Sekolah SD Islam Al Hidayah sejak tahun 2022. Di lingkungan sekolah, ia dikenal sebagai sosok yang menempatkan pendidikan karakter sejalan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
Terbiasa Memimpin dan Melayani
Pengalaman kepemimpinan Febrianto tidak hanya tumbuh di dunia pendidikan. Ia juga aktif di berbagai organisasi kepemudaan, sosial, kemanusiaan, dan pemerintahan.
Ia pernah dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Pasaman Barat, Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Sungai Aur, Ketua KNPI Kecamatan Sungai Aur, Ketua PMI Kecamatan Sungai Aur, hingga saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Lingkungan Hidup Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat periode 2024–2027 serta Pengurus PMI Kabupaten Pasaman Barat periode 2026–2030.
Di bidang kepemiluan, Febrianto juga memiliki rekam jejak yang panjang. Ia dipercaya menjadi Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Sungai Aur selama dua periode dan Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sungai Aur selama dua periode. Pengalaman tersebut membentuk karakter kepemimpinannya yang akrab dengan prinsip integritas, transparansi, dan akuntabilitas.
Tidak hanya itu, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas Ketua sekaligus Bendahara BUMNag Sungai Aur pada periode 2021–2025. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan nagari, pelayanan publik, serta penguatan ekonomi masyarakat.
Membangun Nagari yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Religius
Bagi Febrianto, pembangunan nagari tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas manusia, pelayanan publik yang baik, ekonomi yang tumbuh, serta kehidupan sosial yang harmonis.
Karena itu, ia mengusung visi:
"Terwujudnya Masyarakat Nagari yang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Religius."
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam tiga misi utama, yakni meningkatkan pelayanan publik yang transparan dan akuntabel, memperkuat pembangunan sumber daya manusia, serta memberdayakan ekonomi masyarakat.
Sepuluh Program Prioritas
Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, Febrianto menawarkan sepuluh program unggulan yang disusun berdasarkan persoalan yang banyak dihadapi warga.
Program tersebut meliputi pemerataan pembangunan melalui pemekaran jorong, penciptaan 1.000 lapangan pekerjaan, pembebasan biaya pelayanan administrasi nagari, penyediaan 100 beasiswa sarjana bagi masyarakat kurang mampu, mempermudah akses pupuk bersubsidi bagi petani, pemberian modal usaha bagi pelaku UMKM, pemberdayaan organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, penguatan kerja sama dengan tokoh adat, tokoh masyarakat, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan nagari, pembaruan data desil agar masyarakat lebih mudah memperoleh bantuan pemerintah, serta kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memperkuat pendidikan anti-narkoba bagi generasi muda.
Seluruh program tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola nagari yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang.
Pengabdian sebagai Jalan Kepemimpinan
Bagi Febrianto, menjadi pemimpin bukanlah tujuan akhir. Kepemimpinan adalah kesempatan untuk memperbesar manfaat dan memperluas ruang pelayanan kepada masyarakat.
Dengan bekal pengalaman di dunia pendidikan, organisasi kepemudaan, kemanusiaan, pemerintahan, dan penyelenggaraan pemilu, ia meyakini bahwa pembangunan nagari memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Pendaftaran sebagai bakal calon Wali Nagari menjadi babak baru dari perjalanan pengabdiannya. Di hadapan masyarakat Kasikputih Sungaitanang, ia membawa harapan agar nagari dapat tumbuh menjadi wilayah yang semakin maju, masyarakatnya mandiri secara ekonomi, sejahtera dalam kehidupan sosial, serta tetap kokoh memegang nilai-nilai religius sebagai fondasi pembangunan.
0 Komentar