Sempat Terkendala Jaringan Internet, SMPS Muhammadiyah Rabi Jonggor Serius Laksanakan UAS Berbasis Digital


Rabi Jonggor, SYARIKATMU — SMP S Muhammadiyah Rabi Jonggor memasuki hari kedua pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah (UAS) berbasis digital, sebuah langkah progresif yang menandai keseriusan sekolah dalam menyesuaikan sistem pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi masa depan.

Pelaksanaan ujian berbasis digital tersebut menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang tengah dibangun sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih adaptif, modern, dan relevan dengan tantangan zaman. Di tengah keterbatasan fasilitas di wilayah pinggiran, sekolah ini memilih untuk tidak berdiam diri dalam arus perubahan.

Meskipun di tengah keterbatasan jaringan internet di sekolah utama, pihak sekolah mengupayakan bagaimana kegiatan ini berjalan dengan lancar walaupun harus berpindah tempat sebagai bentuk upaya keseriusan pihak sekolah dalam memperjuangkan generasi penerus bangsa.

Pada hari pertama pelaksanaan ujian, siswa mengikuti mata pelajaran Matematika dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Secara umum, ujian berlangsung lancar dan tertib. Kendala teknis yang muncul hanya berkaitan dengan kondisi jaringan internet yang sesekali kurang stabil, namun tidak sampai mengganggu jalannya ujian secara signifikan.

 Hal ini juga didukung oleh kegiatan simulasi yang dilaksanakan pihak sekolah sebelum hari H sehingga siswa benar-benar siap dalam pelaksanaan ujian ini. Adapun sebelumnya sudah dilaksanakan juga ANBK dan TKA sehingga siswa sudah terbiasa dan tidak merasa asing. 

Kepala SMP S Muhammadiyah Rabi Jonggor, Rafki Ahmad, menyebut bahwa penerapan ujian digital tahun ini merupakan bagian dari upaya sekolah membangun kultur pendidikan yang lebih maju dan profesional.

Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia di lingkungan sekolah menjadi alasan utama program tersebut dapat dijalankan. Ia menilai sebagian besar tenaga pendidik di sekolah sudah cukup mumpuni dalam penguasaan teknologi pembelajaran karena didominasi oleh guru-guru muda yang produktif dan adaptif terhadap perubahan.

“Sekolah harus mulai berani menyesuaikan diri dengan perkembangan peserta didik hari ini. Dunia mereka adalah dunia digital, sehingga sistem pembelajaran dan evaluasi juga perlu bergerak ke arah yang sama,” ungkapnya.

Pelaksanaan ujian digital ini melibatkan kerja sama berbagai unsur sekolah. Nurmisbah dipercaya sebagai proktor ujian, sementara Sahriana bertugas sebagai teknisi yang memastikan sistem berjalan dengan baik selama pelaksanaan.

Adapun pengawas ujian pada hari pertama adalah Desma Yanti dan Bambang Irawan. Untuk hari kedua, ujian akan dilanjutkan dengan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dan Bahasa Inggris yang diawasi oleh Aida Munawaroh dan Sahriana.

Tidak hanya mengandalkan kesiapan internal sekolah, penerapan sistem ujian digital ini juga mendapat dukungan penuh dari orang tua siswa. Sebelum pelaksanaan dimulai, pihak sekolah terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan wali murid kelas IX guna menyampaikan konsep pelaksanaan ujian berbasis digital sekaligus meminta persetujuan bersama.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi sekolah untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Langkah yang dilakukan SMP S Muhammadiyah Rabi Jonggor mungkin terlihat sederhana, namun di balik itu tersimpan pesan penting bahwa transformasi pendidikan tidak selalu harus menunggu fasilitas sempurna. Keberanian untuk memulai, kesiapan guru untuk belajar, serta dukungan masyarakat menjadi modal utama dalam menghadirkan pendidikan yang lebih relevan bagi generasi mendatang.

Sekolah berharap pelaksanaan ujian selama lima hari ke depan dapat berjalan lancar dan seluruh siswa memperoleh hasil terbaik sebagai penutup perjalanan pendidikan mereka di jenjang sekolah menengah pertama./Rel 

Dilaporkan oleh: NURMISBAH

Posting Komentar

0 Komentar