Pasaman Barat — Upaya memperkuat literasi berbasis kearifan lokal kembali digalakkan. Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pasaman Barat akan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal yang menghadirkan tiga narasumber dari kalangan kader Muhammadiyah.
Ketiga narasumber tersebut adalah Moh Suardi, S.Pd., M.Pd.E, seorang editor dan penerbit (owner Penerbit AZKA PUSTAKA); Hj. Fakhrida Reveliyanti, S.Pd., M.Si, budayawan dan selaku Puti Talu; serta Denni Meilizon, S.AP, sastrawan dan penulis. Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan perspektif yang utuh, mulai dari aspek budaya, teknik kepenulisan, hingga proses penerbitan karya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 19 hingga 21 Mei 2026, bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan Pasaman Barat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat.
Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pasaman Barat Muharram, S.Sos.,MM menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari strategi penguatan literasi daerah yang tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam menulis dan mendokumentasikan budaya lokal.
“Pasaman Barat memiliki kekayaan tradisi dan kearifan lokal yang luar biasa. Sayangnya, belum semuanya terdokumentasikan dengan baik. Melalui bimtek ini, kita ingin mendorong lahirnya penulis-penulis lokal yang mampu mengangkat identitas daerah ke dalam karya tulis yang berkualitas,” ujarnya.
"Kegiatan ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan bimbingan teknis tahun 2025 kemarin yang juga mengangkat tajuk yang sama," tambahnya kepada media ini.
Materi yang akan disampaikan dalam kegiatan ini meliputi pengantar budaya dan kearifan lokal, teknik penulisan esai dan artikel ilmiah populer, peningkatan kualitas naskah, serta pemahaman tentang gaya selingkung dan proses penerbitan.
Bimtek ini terbuka bagi berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, hingga masyarakat umum yang memiliki minat dalam dunia tulis-menulis.
Dengan menghadirkan trio kader Muhammadiyah sebagai narasumber, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dalam merawat dan menghidupkan kembali budaya lokal melalui tulisan.
“Menulis bukan sekadar keterampilan, tetapi juga cara merawat ingatan kolektif. Dari Pasaman Barat, kita bisa memperkenalkan budaya lokal ke tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berharap akan lahir karya-karya tulis yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga memiliki daya jangkau publik yang luas, sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya di tengah arus modernisasi.
Sumber pendanaan kegiatan tersebut berasal dari dana DAK Non Fisik Tahun Anggaran 2026 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. []
.jpg)
0 Komentar