Kampung Cubadak | SYARIKATMU -- Semangat perubahan dan kemajuan daerah kembali digaungkan melalui sebuah forum dialog bertajuk “Pasaman Barat dalam Kacamata Kemajuan” yang digelar di kantor Titik Nol Pasaman Barat, Sabtu 16 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang terbuka bagi pemuda, Mahasiswa dan aktifis untuk membahas berbagai persoalan serta memupuk harapan besar terhadap masa depan Pasaman Barat.
Dalam kegiatan kali ini menghadirkan narasumber muda yang handal dengan harapan melahirkan gagasan segar dan informasi terkini. Dialog ini menjadi ruang bertemunya pemikiran kritis, semangat perubahan, serta solusi konkrit yang diusulkan kepada pemegang kebijakan.
Andika Adi Saputra selaku Narasumber pertama merupakan Jurnalis Televisi yang bertugas di Pasaman Barat menyampaikan minimnya keterbukaan publik menjadi salah satu persoalan yang perlu menjadi perhatian besar.
"Transparansi itu penting," ujarnya. "Agar masyarakat dapat mengetahui arah kebijakan, penggunaan anggaran, serta perkembangan pembangunan di Pasaman Barat. Tanpa keterbukaan, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat semakin berkurang dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan menjadi lemah," jelasnya.
"Di satu sisi, masih ada pihak yang sulit terbuka dan menyampaikan informasi secara jelas kepada publik. Di sisi lain, masyarakat juga sering kali menerima informasi tanpa proses pemahaman yang utuh, sehingga mudah memunculkan kesalahpahaman dan menjadi polemik," tegas Andika.
Rizki Aulia selaku Anggota DPRD Pasaman Barat yang didapuk sebagai Narasumber menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Pasaman Barat masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak.
"Persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan hanya dengan program seremonial atau narasi pembangunan semata. Dibutuhkan langkah nyata, keterbukaan informasi, penguatan ekonomi masyarakat kecil, serta keberpihakan kebijakan yang benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat," tegasnya.
Muhammad Guntara seorang politikus Pasaman Barat turut menjadi Narasumber pada kegiatan ini menyampaikan bahwa Pemilihan dan pengisian jabatan struktural di birokrasi yang tidak mengalami penyegaran dan pembahtuan dinilai menyebabkan stagnannya inovasi tata kelola pemerintahan di Pasaman Barat.
"Masyarakat berharap adanya sistem birokrasi yang lebih profesional, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan daerah. Sebab, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas tata kelola pemerintahan yang mampu membangun kepercayaan publik", tegas Guntara.
Ade Herdiwansyah tokoh muda, Ketua PW Pemuda Muhamadiyah Sumatera Barat dan juga pemantik dalam kegiatan ini menyampaikan pertanyaan, "apakah pembangunan hari ini sudah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Pasaman Barat?".
"Dari kantor Titik Nol ini mari bersama-sama renungi tidak hanya sekadar menjadi pendengar, tetapi ikut terlibat dalam memberikan gagasan, kritik, dan solusi demi masa depan Pasaman Barat yang lebih baik. Sebab perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk berbicara jujur tentang keadaan yang sebenarnya," lanjutnya.
Denni Meilizon yang memoderatori kegiatan diskusi dan dialog pada kali ini menyampaikan dari forum ini, diharapkan lahir semangat kolaborasi, keberanian menyampaikan kebenaran, serta komitmen bersama untuk menghadirkan Pasaman Barat yang lebih maju, transparan, dan berkeadilan bagi semua lapisan masyarakat.
"Karena kemajuan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab kita bersama," katanya memulai diskusi.
Kegiatan ini dibuka oleh Imsar selaku Sekretaris PDPM Pasaman Barat dan dipandu oleh Denni Meilizon selaku salah seorang pegiat Literasi dan Redaktur Pelaksana Syarikatmu(dot) com. Turut hadir para aktifis muda Pasaman Barat yang peduli untuk kemajuan Pasaman Barat.
Penggagas kegiatan Dialog Kebangsaan ini di inisiasi oleh Pemuda Muhammadiyah Pasaman Barat dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pasaman Barat./rel
Dilaporkan oleh: Rezeki Indah
0 Komentar