Mengapa Pesantren Kauman Jadi Tujuan Rihlah Ilmiyah Malaysia? Jejak Buya Hamka Jadi Magnetnya


Padang Panjang, 2 Juli 2026 SYARIKATMU – Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang menerima kunjungan sebanyak 25 peserta Rihlah Ilmiyah dan Alamiyah dari Pertubuhan Persaudaraan Ummah Kemaman, Terengganu, Malaysia. Kunjungan ini menjadi ajang mempererat ukhuwah sekaligus memperdalam pemahaman mengenai sejarah perjuangan dan pemikiran ulama besar Indonesia, Buya Hamka.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh seluruh civitas akademika Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang di halaman utama pesantren. Suasana penyambutan berlangsung semarak dengan iringan pertunjukan *tambua*, musik tradisional khas Minangkabau yang membangkitkan semangat dan menghadirkan nuansa budaya Ranah Minang.

Selanjutnya, para tamu diarak menuju halaman utama pesantren untuk menyaksikan demonstrasi *Tapak Suci*, seni bela diri khas Muhammadiyah yang diperagakan oleh para santri. Penampilan penuh ketangkasan dan disiplin tersebut berhasil memukau rombongan tamu yang memberikan apresiasi melalui tepuk tangan meriah.

Usai prosesi penyambutan, kegiatan dilanjutkan secara formal di Aula Hamka. Dalam sambutannya, Mudir Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang, *Dr. Derliana, M.A.*, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta Rihlah Ilmiyah dan Alamiyah dari Malaysia.

"Kami mengucapkan selamat datang di Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Terima kasih telah berkenan berkunjung ke pesantren yang memiliki nilai sejarah penting sebagai lembaga pendidikan yang pernah dipimpin oleh Buya Hamka," ujarnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni dari para santri yang membawakan lagu legendaris Minangkabau, *"Minangkabau Tanah Nan Den Cinto"* dan *"Ayam Den Lapeh"*. Penampilan tersebut menghadirkan suasana hangat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Minangkabau kepada para tamu dari Negeri Jiran.

Momentum yang paling menyentuh berlangsung saat Ustaz Surya Bunawan menyampaikan paparan mengenai perjalanan hidup, perjuangan, serta keteladanan Buya Hamka. Penyampaian yang penuh penghayatan membuat para peserta larut dalam kisah inspiratif ulama, sastrawan, dan tokoh bangsa tersebut, bahkan menghadirkan suasana haru di dalam aula.

Ketua rombongan Rihlah Ilmiyah dan Alamiyah dari Terengganu, *Ustadz Nik Muhammad Nasri bin Nik Malik*, turut menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan oleh keluarga besar Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang. Ia mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan pengalaman berharga, khususnya dalam mengenal lebih dekat sosok Buya Hamka beserta warisan pemikirannya.

Sebagai penutup kegiatan formal, kedua belah pihak saling bertukar cinderamata sebagai simbol persahabatan dan penguatan hubungan antara lembaga pendidikan Islam di Indonesia dan Malaysia.

Sebelum mengakhiri rangkaian kunjungan, seluruh peserta diajak mengunjungi Museum Buya Hamka yang berada di lingkungan pesantren. Dalam sesi tur tersebut, para tamu berkesempatan melihat secara langsung berbagai koleksi sejarah peninggalan Buya Hamka, termasuk *"Kamar Suduik"*, ruang sederhana yang menjadi saksi perjalanan intelektual dan perjuangan beliau.

Kunjungan yang sarat nilai sejarah, budaya, dan pendidikan ini ditutup dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan sekaligus simbol eratnya persaudaraan antara Pesantren Internasional Kauman Muhammadiyah Padang Panjang dengan Pertubuhan Persaudaraan Ummah Kemaman, Terengganu, Malaysia. Diharapkan, silaturahmi ini menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pengembangan peradaban Islam di kawasan Asia Tenggara. (TR)

Posting Komentar

0 Komentar