Tempurung, SYARIKATMU - Tawa riang anak-anak memenuhi ruang sederhana di TBM Rindu Aksara Tempurung, Kinali, Pasaman Barat, Senin (1/6/2026). Pagi itu, puluhan anak duduk berjejer dengan kotak pensil warna di tangan. Di hadapan mereka terbentang kertas bergambar Garuda Pancasila, simbol lima sila, dan ilustrasi bertema cinta tanah air.
Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 11.30 WIB tersebut merupakan lomba mewarnai yang digelar oleh TBM Rindu Aksara dalam rangka penguatan literasi dan pendidikan karakter bagi anak-anak. Melalui media gambar dan warna, peserta diajak mengenal lebih dekat nilai-nilai Pancasila dengan cara yang menyenangkan.
Sejak acara dimulai, anak-anak tampak serius memilih warna terbaik untuk menghiasi gambar yang telah disediakan panitia. Ada yang dengan teliti mewarnai sayap Garuda, ada pula yang berusaha menyesuaikan warna simbol-simbol sila sesuai pemahaman mereka. Sesekali terdengar pertanyaan polos dari peserta tentang makna lambang-lambang tersebut, yang kemudian dijelaskan oleh para pendamping.
Menurut Pengelola TBM Rindu Aksara, Yulina Wisna Jaya, M.Pd., kegiatan ini tidak sekadar perlombaan mewarnai. Lebih dari itu, kegiatan menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar mewarnai, tetapi juga paham bahwa Merah Putih dan Garuda adalah lambang persatuan bangsa. Dari kegiatan mewarnai, kita selipkan cerita tentang Pancasila,” ujarnya.
Tema yang diangkat, yakni Garuda Pancasila, Simbol Lima Sila, dan Cinta Tanah Air, dipilih untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila. Dengan pendekatan kreatif, anak-anak diajak belajar tanpa merasa digurui.
Selain sebagai wahana pendidikan karakter, lomba ini juga menjadi bagian dari upaya TBM Rindu Aksara memperkenalkan keberadaan taman bacaan kepada masyarakat sekitar. Melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak, TBM berharap semakin banyak keluarga yang mengenal dan memanfaatkan fasilitas literasi yang tersedia.
Seluruh kebutuhan kegiatan didanai secara mandiri oleh pengelola TBM Rindu Aksara. Panitia menyiapkan hadiah berupa uang tunai dan buku bagi para pemenang, serta menyediakan kertas gambar berisi sketsa Garuda Pancasila dan simbol-simbol sila yang menjadi objek lomba.
Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa aspek, antara lain kerapian, kreativitas, dan kesesuaian penggunaan warna dengan makna simbol yang terdapat dalam gambar. Setelah melalui proses penjurian, peserta terbaik berhasil meraih Juara I, II, dan III.
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima amplop berisi uang tunai serta buku antologi puisi Bersatu dalam Semangat Pancasila karya Yulina Wisna Jaya, M.Pd. bersama siswa SMP Negeri 2 Kinali dan SMP Negeri 5 Kinali. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi bacaan yang menambah kecintaan anak-anak terhadap nilai-nilai kebangsaan dan literasi.
Bagi TBM Rindu Aksara, hadiah buku memiliki makna yang tidak kalah penting dibandingkan hadiah lainnya. Buku menjadi simbol bahwa setiap kegiatan yang diselenggarakan selalu berorientasi pada peningkatan minat baca dan penguatan budaya literasi di tengah masyarakat.
Menjelang akhir kegiatan, suasana semakin meriah. Seluruh peserta berkumpul untuk menyanyikan lagu “Garuda Pancasila” bersama-sama. Suara anak-anak yang lantang menyanyikan lagu kebangsaan itu menjadi penutup yang mengesankan bagi rangkaian acara.
Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama antara peserta, orang tua, dan pengelola TBM. Senyum bangga tampak menghiasi wajah anak-anak yang membawa pulang hasil karya mereka masing-masing.
Melalui lomba sederhana ini, TBM Rindu Aksara menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan dengan cara yang kreatif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan anak-anak. Di balik goresan warna pada gambar Garuda dan simbol-simbol Pancasila, tersimpan harapan agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang mencintai bangsa, menghargai keberagaman, serta gemar membaca sebagai bekal menghadapi masa depan.


0 Komentar