PWPM Sumatera Barat Rayakan Semarak Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Bersama Dzulfikar Ahmad Tawalla Ketum PP Pemuda Muhammadiyah


Padang, SYARIKATMU
- Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat menggelar perayaan Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah dengan penuh khidmat dan semangat di Auditorium Istana Gubernur Sumatera Barat, Padang, Minggu (10/5/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Bertumbuh dan Mengakar untuk Indonesia Jaya” ini menjadi momentum penting bagi kader muda Muhammadiyah di Ranah Minang.

Acara tersebut terasa istimewa dengan hadirnya Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Dzulfikar Ahmad Tawalla.

Ketua PWPM Sumbar, Ade Herdiwansyah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas kehadiran pimpinan tertinggi Pemuda Muhammadiyah tersebut. Menurutnya, kehadiran Dzulfikar Ahmad Tawalla memiliki makna tersendiri bagi warga Muhammadiyah di Sumatera Barat.


“Ini kebanggaan tersendiri, apalagi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah juga memiliki hubungan istimewa dengan Sumbar. Beliau merupakan sumando urang awak, di mana istrinya merupakan warga asli Kota Bukittinggi,” ujar Ade saat membuka acara.

Sementara itu, Ketua Panitia, Riko Andrian Putra, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta seluruh tamu undangan yang hadir. Kegiatan yang diikuti sekitar 150 peserta tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Mahdianur, mewakili Gubernur Sumatera Barat.

Dalam sambutannya, Mahdianur memberikan apresiasi terhadap loyalitas dan dedikasi kader Pemuda Muhammadiyah yang selama ini aktif dalam berbagai gerakan sosial kemasyarakatan. Ia juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari penyebaran paham menyimpang, kenakalan remaja, tawuran, hingga bahaya narkoba.

“Peran pemuda sangat dibutuhkan untuk ikut menangani persoalan-persoalan ini demi masa depan bangsa,” tegasnya.

Pada orasi utamanya, Dzulfikar Ahmad Tawalla mengajak seluruh kader untuk terus menjaga semangat ta’awun (saling membantu) dan takaful (saling menanggung beban). Ia menekankan bahwa gerakan Muhammadiyah harus senantiasa berpijak pada ilmu pengetahuan dan kebermanfaatan sosial.

“Gerakan Muhammadiyah tidak boleh terlepas dari ilmu pengetahuan. Lihatlah masyarakat Minang yang berani merantau ke seluruh penjuru dunia. Keberanian itu lahir karena mereka memiliki ilmu, keterampilan, dan pengetahuan. Kita tidak boleh hanya mencari kebenaran agama, tetapi juga harus menghadirkan Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam di tengah kesulitan yang dihadapi umat,” ujar Tawalla.

Ia juga menyinggung eratnya hubungan sejarah antara Sulawesi Selatan dan Ranah Minang melalui peran ulama penyebar Islam, Datuk ri Bandang, yang berkontribusi besar dalam penyebaran Islam di Kerajaan Gowa.

Sebagai bentuk dukungan kepada kader muda Muhammadiyah di Sumatera Barat, Dzulfikar Ahmad Tawalla turut memberikan bantuan 100 seragam bagi Korps Komando Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan kader dalam menjalankan peran sosial dan pengabdian di tengah masyarakat.

(Rezki Indah)

Posting Komentar

0 Komentar