Simpang Ampek, SYARIKATMU - List panjang komunitas literasi penerima bantuan pemerintah untuk penguatan komunitas literasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia resmi diumumkan pada Senin, 25 Mei 2026. Program bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat budaya baca, memperluas akses literasi, serta mendukung keberlangsungan taman bacaan dan komunitas literasi di berbagai daerah di Indonesia.
Dari Provinsi Sumatera Barat, salah satu komunitas yang berhasil lolos menerima bantuan tahun ini adalah TBM Pondok Buku Olalaa yang berada di Ujung Gading, Kabupaten Pasaman Barat. Keberhasilan ini menjadi kabar menggembirakan sekaligus kebanggaan bagi pegiat literasi di Pasaman Barat, sebab program bantuan tersebut diberikan melalui proses seleksi, kurasi, serta penilaian administrasi dan program kerja komunitas literasi yang dinilai aktif dan memiliki kontribusi nyata di tengah masyarakat.
TBM Pondok Buku Olalaa selama ini dikenal aktif menghadirkan ruang baca dan kegiatan literasi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan generasi muda di wilayah Ujung Gading. Kehadiran taman bacaan masyarakat seperti ini menjadi penting di tengah tantangan rendahnya minat baca dan keterbatasan akses bahan bacaan berkualitas di daerah.
Program bantuan pemerintah dari Badan Bahasa sendiri merupakan kelanjutan dari program fasilitasi komunitas literasi yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir. Pada program tersebut, komunitas penerima bantuan memperoleh dukungan untuk menjalankan berbagai aktivitas penguatan literasi, mulai dari penyediaan bahan bacaan, pelatihan, kelas literasi, hingga pengembangan ruang belajar masyarakat.
Keberhasilan TBM Pondok Buku Olalaa diharapkan menjadi motivasi bagi komunitas literasi lain di Pasaman Barat dan Sumatera Barat untuk terus bergerak membangun budaya membaca, menulis, dan belajar di tengah masyarakat. Sebab, gerakan literasi sejatinya bukan hanya tentang buku, melainkan tentang membangun masa depan masyarakat yang lebih berpengetahuan, kritis, dan berdaya.
Kegiatan yang akan diusung dalam program bantuan ini adalah “Workshop Menulis Puisi Berbasis Budaya Lokal Kabupaten Pasaman Barat”. Hal tersebut disampaikan oleh pengelola TBM Pondok Buku Olalaa, Kak Sumira. Menurutnya, kegiatan tersebut dipilih sebagai upaya untuk mengoptimalkan dukungan pemerintah yang diterima sekaligus mengangkat kembali eksistensi budaya lokal Pasaman Barat melalui karya sastra, terutama Puisi. Ia menilai, sastra memiliki kekuatan untuk merekam ingatan, tradisi, bahasa, hingga nilai-nilai kehidupan masyarakat yang mulai tergerus perkembangan zaman.
Melalui workshop ini, peserta nantinya tidak hanya diajak belajar teknik menulis puisi dan mendalami kesusastraan, tetapi juga didorong menggali kekayaan budaya daerah seperti tradisi lisan, cerita rakyat, adat istiadat, bahasa daerah, kuliner, alam, hingga kehidupan sosial masyarakat Pasaman Barat sebagai sumber inspirasi karya menulis. Dengan demikian, tidak berhenti sebagai aktivitas menulis semata, melainkan menjadi medium pelestarian budaya lokal yang dekat dengan generasi muda, mendapatkan wahana pengantar dalam literatur serta kemungkinan teks puisi itu nanti berpotensi dialih wahanakan dalam bentuk karya kreatif lainnya.
Kak Sumira juga berharap kegiatan ini dapat melahirkan penulis-penulis muda yang mampu mengekspresikan identitas daerahnya melalui karya kreatif. Menurutnya, banyak potensi budaya lokal Pasaman Barat yang selama ini belum terdokumentasikan secara baik dalam bentuk karya sastra. Karena itu, workshop ini diharapkan menjadi ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah sendiri.
Selain menjadi sarana pengembangan literasi, program ini juga diharapkan mampu memperluas gerakan literasi berbasis kearifan lokal di Pasaman Barat. TBM Pondok Buku Olalaa ingin menunjukkan bahwa taman bacaan masyarakat bukan sekadar tempat membaca buku, tetapi juga pusat tumbuhnya kreativitas, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat melalui literasi.[]/Rel
Dilaporkan oleh Denni Meilizon
.jpg)

0 Komentar